Identitas Nasional (National Identity)

ABSTRAK

Identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri, serta karakter dari bangsa tersebut.

Pembahasan ini mengantarkan kepada kita beberapa ide dasar mengenai apa itu hakekat Identitas nasional, identitas individu, deentitas kolektif, sejarah nasionalisme bangsa, unsur pembentuk Identitas nasional, konsep nasionalisme Indonesia, jatidiri bangsa dan integritas nasional. Akhir pembahasan ini kita dapat menjelaskan apa  itu Identitas nasional, identitas individu, deentitas kolektif, sejarah nasionalisme bangsa, unsur pembentuk Identitas nasional, konsep nasionalisme Indonesia, jatidiri bangsa dan integritas nasional.

Kepribadian bangsa atau jatidiri bangsa adalah jatidiri suatu bangsa yang membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Identitas nasional terbentuk karena adanya rasa sebagai bangsa Indonesia yang memiliki pengalaman bersama, sejarah yang sama dan penderitaan yang sama.

 

BAB I

PENDAHULUAN 

A.    Latar Belakang

Bagi bangsa Indonesia berbagai persoalan dalam negeri yang tumbuh berbarengan dengan munculnya fenomena globalisasi seolah-olah menghentak kesedaran nasional untuk memperteguhi identitas diri sebagai sebuah bangsa.

Kesadaran tentang globalisasi menurut semua bangsa khususnya dibelahan selatan untuk menyegarkan kembali identitas nasional, berarti pengungkapan unsur-unsur positif yang mendukung kiprah sebuah bangsa di tengah sebuah pergaulan internasional. Jauh dari keinginan untuk mengembangkan nasionalisme sempit. Sebab, tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang dapat maju tanpa kerja sama dengan bangsa lainnya. Dengan demikian, membangun identitas nasional merupakan proyek yang tidak akan pernah selesai bagi bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia

  B.     Rumusan Masalah

Apa pengertian identitas?

Bagaimana Identitas itu muncul?

Apa pengertian Identitas Nasional?

Bagaimana sejarah nasionalisme di Indonesia?

Apa saja unsur pembentuk identitas nasional Indonesia?

Bagaimana konsep nasionalisme Indonesia?

Bagaimana konsep jati diri bangsa Indonesia?

Apa pengertian integrasi sosial?

  C.    Tujuan

Mengetahui dan memahami pengertian identitas

Mengetahui dan memahami bagaimana Identitas itu muncul

Mengetahui dan memahami pengertian Identitas Nasional

Mengetahui dan memahami bagaimana sejarah nasionalisme di Indonesia

Mengetahui dan memahami apa saja unsur pembentuk identitas nasional Indonesia

Mengetahui dan memahami bagaimana konsep nasionalisme Indonesia

Mengetahui dan memahami bagaimana konsep jati diri bangsa Indonesia  

Mengetahui dan memahami tentang pengertian integrasi sosial

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Identitas Nasional

Sebelum menjelaskan identitas nasional, terlebih dahulu dijelaskan apa itu identitas. Dilihat dari segi bahasa bahwa identitas itu berasal dari bahasa Inggris yaitu “identity” yang dapat diartikan sebagai ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri. Ciri-ciri itu adalah suatu yang menandai suatu benda atau orang.

Identity sering diindonesiakan menjadi identitas atau jati diri. Jadi, Identity atau identitas atau jati diri, dapat memiliki dua arti:

v  Pertama, identitas atau jati diri yang merujuk pada ciri-ciri yang melekat pada diri seseorang atau sebuah benda

v  Kedua, identitas atau jatidiri dapat berupa surat keterangan yang dapat menjelaskan pribadi seseorang dan riwayat hidup seseorang

Di samping itu identitas atau jatidiri dapat juga untuk menggambarkan pengertian diri sendiri yang menyangkutsiapa dia ( baik laki-laki maupun perempuan). Ada dua sumber utama dari identitas atau jatidiri seseorang. Pertama ,aturan-aturan sosial yang menjelaskan definisi dari tingklah laku tertentu dan sejarah hidup seseorang. Kedua, yaitu orang yang satu dengan orang-orang yang lain mendasarkan konsepsi mereka pada identitas mereka masing-masing pada dua sumber tadi (Arnold Dashevsky, 5)

Identitas yang harus dikembangkan dalam tulisan ini adalah identitas dalam pengertian pertama yaitu identitas dalam pengertian jatidiri. Identitas atau jatidiri adalah “pengenalan atau pengakuan terhadap seseorang yang termasuk dalam suatu golongan yang dilakukan berdasarkan atas serangkaian ciri-cirinya yang merupakan suatu satuan bulat dan menyeluruh, serta menandainya sehingga ia dapat dimsukkan dalam golongan tersebut” (Parsudi Suparlan. 1999).

Menurut Hank Johnston, Enrique Larana, dan Joseph R. Gusfield (1994:12-24), identitaas itu dapat dibagi dalam berbagai bagian yaitu: Identitas Individu dan Identitas Kolektif. Penjelasan dari kedua identitas tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Identitas Individu

Identitas individu berkaitan dengan keseluruhan ciri-ciri tentang seseorang dan ia juga dibentuk melalui interaksi biologi (bersifat jasmani) dan kehidupan sosial. Psikologi mempelajari pembentukan kelompok dengan jelas memisahkan identitas individual dari aspek-aspek sosialnya yang diambil dari anggota kelompok, tapi sosiologi yang mempelajari pergerakan sosial haruslah mengenal tentang identitas individu.

Lapangan pergerakan sosial yang telah memadukan pendekatan-pendekatan simbol interaksi terhadap aturan-aturan sosial sebagai dasar konseptual untuk befikir tentang identitas individu. Seoarang pengikut pergerakan sosial itu sendiri dibentuk daari beberapa identitas sosial. Dalam diri seseorang dia tidak hanya memiliki satu identitas tapi memiliki beberapa identitas, yang dapat difungsikan dddalam interaksi sosial. Jadi identitas individu adalah identitas atau jatidiri yang dimiliki oleh seseorang yang ia dapat mulaqi ia lahir maupun dari proses interaksi dengan yang lain. Identitas yang dimiliki oleh seseorang tidaklah satu melainkan lebih dari satu dan jumlah identitas antara individu dengan individu yang lainya tidak sama.

2.      Identitas Kolektif

Konsep mengenai identitas kolektif merujuk pada pengakuan terhadap makna keanggotaan  atau makna kebersamaan, batas-batas dan aktivitas-aktivitas ke dalam suatu kelompok. Menurut Melucci (1985), identitas kolektif (identitas bersama atau kelompok) adalah suatu interaksi (saling mempengaruhi) antara individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam suatu kelompok dan melakukan tindakan serta perbuatan secara bersama-sama, untuk tujuan bersama dalam suatu kelompok. Jadi identitas kolektif itu adalah identitas yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang mereka bangun melalui interaksi, sesama anggotanya dan untuk kepentingan bersama atau untuk kepentingan kelompok. Dalam sosiologi ada berbagai macam pengertian kelompok, diantaranya : “setiap kumpulan manusia secara fisik”. Dalam pengertian ini kelompok itu tidak memiliki ikatan kebersamaan apa-apa, kecuali adanya jarak fisik yang dekat. Sosiolog menyebut kumpulan manusia semacam ini sebagai agregasi (kumpulan) atau kolektivitas.

B.     Munculnya Suatu Identitas 

Identitas atau jatidiri itu muncul dan ada dalam interaksi. Interaksi adalah kenyataan empirik yang dilakukan seseorang dengan orang lain atau dengan kelompok lain yang berupa tindakan para pelaku yang menandakan adanya hubungan antar para pelaku tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa identitas atau jatidiri itu muncul dan ada dalam hubungan. Seorang yang mempunyai jatidiri tertentu karena diakui keberadaannya oleh seseorang atau orang dalam hubungan yang berlangsung. Sedangkan dalam suatu hubungan yang lain, yang melibatkan pelaku atau pelaku-pelaku lain yang berbeda dari pelaku-pelaku semula, jatidirinya bisa berbeda dari yang semula, sesuai dengan corak hubungan, serta saling pengakuan mengenai jatidirinya oleh para pelaaku hubungan yang lain tersebut (Suparlan, 1999). Jadi, seseorang yang memiliki jatidiri tertentu apabila ada pengakuan dari orang lain mengenai jatidiri.

Penekanan pada pengakuan orang lain dalam hal keberadaan dan kelestarian suatu jatidiri yang dimiliki oleh seseorang itu menjadi penting untuk diperhatikan, karena dalam kesendiriannya yang absolut tersebut seseorang tidak memiliki jatidiri. Orang-orang lain yang berada dalam interaksi dengan dirinya adalah penentu dari jatidirinya, sehingga orang lain tersebut dapat dilihat sebagai cermin bagi dirinya. Karena hanya melalui cermin itulah seseorang dapat melihat dan mengenali seperti apa dirinya. Meskipun demikian, jatidiri dapat juga muncul dan ada pada suatu kesendirian, dimana seseorang berada dalam suatu hubungan dengan gaib yang ia bayangkan sebagai suatu kebenaran yang tidak dapat dibantah.

C.    Identitas Nasoinal

“Nasional” berasal dari bahasa Inggris “national” yang dapat diartikan sebagai “waega negara” atau “kebangsaan”. Identitas nasional berasal dari kata “national identity” yang dapat diarttikan sebagai “kepribadian Nasional” atau jatidiri nasional. Kepribadian nasional atau jatidiri nasional adalah jatidiri ynag dimiliki oleh suatu bangsa. Kepribadian atau jatidiri bangsa Indonesia akan berbeda dengan kepribadian atau jatidiri bangsa Australia, bangsa Amerika, dan lain-lain. Kepribadian atau jatidiri nasional itu kita adopsi dari nilai-nilai budaya dan nilai-nilai agama yang kita yakini kebenarannya. Jika ada orang yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradap, bangsa yang berbudaya, bangsa yang beretika , maka itulah yang katakan kepribadian atau jatidiri bangsa Indonesia. Identitas nasional itu terbentuk kaena kita merasa bahwa kita sebagai bangsa Indonesia mengalami pengalaman bersama, sejarah yang sama, dan pendeitaan yang sama.

 Identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi identitas nasional adalah sebuah kesatuan yang terkait dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah ( tanah tumpah darah mereka sendiri ), kesamaan sejarah, sistem hukum serta perundang-undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi.

Demikian pula hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuksecara historis. Berdasarkan hakekat pengertian identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.

Pengertian kepribadian suatu identitas sebenarnya pertama kali muncul dari pakar psikologi. Manusia sebagai individu sulit dipahami jika terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku, serta karakter yang khas yang membedakan manusia tersebut dengan manusia yang lainnya. Namun demikian pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdiri atas kebiasaan, sikap, sifat-sifat, serta karakter yang berbeda pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain.

v  Menurut Koenta Wibisono (2005) pengertian identitas nasional pada hakekatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas dan dengan khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.

v  Identitas nasional merupakan sesuatu yang terbuka untuk diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsinal dalam kondisi dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat

D.    Sejarah Nasionalisme Indonesia

Kata nasionalisme dewasa ini sering dikaitkan dengan suatu perang atau revolusi. Dalmkoran-koran di Ameriika Utara, kata ini digunakan untuk mengacu pada negara-negara di Afrika, Asia, Amerika Latin, atau Timur Tengah. Selain itu nasionalisme sering digunakan untuk menggambarkan pergerakan-pergerakan kaum minoritas berbagai negara.

Nasionalisme adalah suatu jenis ideologi yang tidak biasayang mempengaruhi semua bentuk ideologi lainnya. Nasionalisme pertama kali menjadipusat perhatian orang pada saat Perang Dunia I dan masalah penentuan nasib nasional suatu bangsa, meningkatnya fasisme dan sosialisme nasional, dan Perang Dunia II, atau dengan meluasnya perang dan revolusi saat ini yang dilakukan atas nama nasionalisme dan anti-kolonialisme. Telah banyak diberitakan di media massa tantang perpechan kolonialisme di Amerika Latin, Asia, dan Afrika Tengah. Nasionalisme, sudah dianggap sebagai sebuah persoalan dan barang kali tidak dapat dilepaskan dari konotasi yang negatif.

Menurut beberapa ahli, nasionalisme adalah suatu situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diberikan kepada negara dan bangsa atas nama sebuah bangsa. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkraman kolonial. Nasionalisme dapat diwujadkan dalam sebuah identitas politik dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa, dengan demikian bangsa merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orang-orang yang memiliki persamaan keyakinan dan persamaan lain yang mereka miliki seperti :Ras, etnis, agama, bahasa dan budaya. Dari unsur persamaan tersebut semuanya dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama untuk menentukan tujuan bersama. Menurut Dean A. Mix dan Sandra M. Hawley, nation-state merupakan sebuah bangsa yang memiliki bangunan politik seperti ketentuan-ketentuan perbatasan teritorial pemerintah sah, pengakuan bangsa lain, dan sebagainya. Menurut Koerniatmante Soepraptowiro secara hukum peaturan tentang kewarganegaraan merupakan suatu konsekuensi lnagsung dari perkembangan nasionalisme.

            Fase I

Joseph Ernest Renan bahwa nasionalisme adalah sekelompok individu yang ingin bersatu dengan individu-individu yang lain dengan kemauan dan kebutuhan psikis. Sebagai contoh adalah Bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi bangsa yang memiliki negara.

Otto Bauer mengatakan bahwa nasionalisme adalah kesatuan perasaan dan perangai yanf timbul karena persamaan nasib, contohnya nasionalisme negara-negara asia.

Menurut Hans Kohn nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi yang diberikan individu kepada nagara dan bangsa.

Louis Snyder mengemukaan nasionalisme adalah hasil dari faktor-faktor politis, ekonomi, sosial dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagai contoh adalah timbulnya nasionalisme di jepang. Merupakan fase dimana Indonesia sebelum terbentuk, yang ada hanya kerajaan-kerajaan seperti Majapahit.

E.     Unsur – Unsur Pembentuk Identitas Nasional

Unsur-unsur pembentuk identitas yaitu:

 1.Suku bangsa

            Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Kekhususan dari suku bangsa dari sebuah golongan sosial ditandai oleh ciri-cirinya, yaitu: diperoleh secara askriptif atau didapat begitu saja bersama dengan kelahirannya,muncul dalam interaksi berdasarkan atas adanya pengakuan oleh warga suku bangsa yang bersangkutan dan diakui oleh suku bangsa lainnya. Merupakan ciri-ciri yang umum dan mendasar berkenaan dengan asal mula manusia, yang digunakan sebagai acuan bagi identitas pribadi atau kelompoknya dan tidak dapat dengan seenaknya dibuang atau ditiadakan, walaupun dapat di simpan atau tidak digunakan dalam interaksi berlaku. Karena ciri-ciri tersebut melekat seumur hidup bersaman dengan keberadaannya sejak lahir (Barth, 1969: 9-38 dan Suparlan,1999). Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialeg bangsa.

  2.Agama

        Selain isu suku yang disebutkan diatas, ada isu lain dalam politik Indonesia:yaitu dimensi agama yang dihubungkan dengan kekuasaan. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong H Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.

 3. Kebudayaan

Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.

 4.Bahasa

Bahasa merupakan unsur pendukung Identitas Nasonal yang lain.Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsur-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar manusia.

F.     Konsep Nasionalisme di Indonesia

Adapun konsep  nasionalisme di Indonesia adalah :

Dasar negara RI adalah Pancasila.

Dasar konstitusi RI adalah UUD 1945,dan sepakat menegakkan supremasi hukum dan HAM.

Bentuk negara Inndonesia adalah NKRI.

Masyarakat dan bangsa indonesia adalah Masyarakat dan bangsa yang majmuk dan multikultural yang disimbolkan kedalam “Bhineka Tunggal Ika”.

Tujuan Nasional dari berbangsa dan bernegara sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan  UUD 1945, terutama untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Negara dan bangsa yang akan dibangun adalah negara dan bangsa yang berkedaulatan rakyat dan demokratis.

Masyarakat, bangsa dan negara yang dibangun adalah masyarakat, bangsa dan negara yang religius.

Masyarakat, bangsa dan negara Indonesia menciptakan stabilitas dan keamanan Nasional.

Masyarakat, bangsa dan negara Indonesia ikut aktif menciptakan perdamaian dunia yang abadi. 

G.    Jati Diri Bangsa Indonesia

Nasionalisme Indonesia diibaratkan sebagai suatu pohon besar ditengah ladang yang sangat luas. Pohon besar itu adalah Nasionalisme Indonesia dan ladang yang sangat luas itu adalah jati diri masyarakat, bangasa dan negara Indonesia. Pohon besar itu tidak akan tumbuh berkembang dengan subur jika ladang yang luas itu tidak subur. Di tahun 1960-an Bung Karno memiliki konsep tentang Pembangunan Karakter dan Bangsa yang diberi nama Tri Sakti, yang isinya:

Membangun kemandirian ekonomi bangsa Indonesia.

Membangun kedaulatan dalam politik.

Membangun kepribadian bangsa yang berbasis budaya Indonesia.

Menurut Bung Karno, tiga karakter bangsa itu dianggap sangat penting bagi masyarakat bangsa dan negara. Bangsa dan negara Indonesia tidk boleh menjadi bangsa dan negara yang tergantung kepada kekuatan ekonomi asing, namun harus mampu membangun kemandirian ekonomi nasional.

            Hingga kini bangsa dan negara Indonesia belum mampu menjadi masyarakat  dan bangsa yang dewasa dalam kehidupan berdemokrasi, karena berbagai tindak dan praktek kehidupan politik masih disertai dengan tindakan kekerasan pemaksaan kehendak. Demikian juga masyarakat, bangsa dan negara Indonesia belum berhasil sepenuhnya membangun kepribadian bangsa Indonesia yang berbasis budaya bangsa, karena kepribadian Indonesia agak labil dan kehilangan nilai-nilai internalnya sebagai akibat derasnya budaya asing, keterbukaan dan globalisasi. Kita harus membangun jatidiri bnagsa sebagai identitas masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, yang dapat membedakan diri dengan masyarakat bangsa dan negara lain di dunia ini.

            Dalam buku “Pembangunan Jatidiri Bangsa Indonesia” dikonsepsikan jatidiri itu terdiri dari:

Religius

Humanis

Naturalis

Terbuka

Demokratis

Integratif dan Harmonis

Nasionalis dan Patriotis

Berkomitmen terhadap kebenaran

Jujur dan adil

10.  Beretos kerja keras dan profesional

11.  Ber-IPTEKS

12.  Berkemampuan yang mandiri

13.  Berjiwa etis dan moralis

14.  Ke[patuhan terhadap hukum

15.  Berjiwa kemasyarakatan

16.  Berjiwa kultural

17.  Berjiwa seni dan estetik

Jatidiri bangsa Indonesia bukan suatu jatidiri ynag permanen dan tertutup, melainkan selalu terbuka dengan nilai-nilai baru, terutama nilai-nilai kebenaran yang universal. Umpamanya masyarakat dan bangsa Indonesia selama ini belum memiliki jati diri ber-IPTEKS, maka kemudian bangsa Indonesia harus menguasai IPTEKS dan memiliki jatidiri IPTEKS.

H.    Integrasi Nasional

Integrasi adalah masalah sosial budaya yang selalu ada khususnya dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia ini. Secara konseptual integrasi artinya proses menjadi satu kesatuan. Dalam hal ini terdapat dua macam integrasi, yaitu integrasi kebudayaan dan integrasi sosial. Makna integrasi kebudayaan adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat. Integrasi nasional bangs Indonesia dilihat dari aspek budayanya, adalahsuatu proses pembentukan kesatuan dan solidaritas bangsa. Konsep integrasi ini dipakai atas kesaddaran situasi sosial bangsa Indonesia bersifat majemuk.

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Sebagai sebuah istilah identitas nasional dibentuk oleh dua kata yaitu  identitas dan nasional. Identitas dapat diartikan sebagai ciri, tanda atau jati diri; sedangkan nasional dalam konteks pembicaraan ini berarti kebangsaan. Dengan demikian, identitas nasional dapat diartikan sebagai jati diri nasional. 

B.     Saran

Sebagai generasi muda hendaknya selalu berpikir tentang tatanan bangsa Indonesia dari tahun ketahun yang akan datang.

 

Daftar Pustaka dan Rujukan

Depdikbud Republik Indonesia, 1996, Integrasi Nasional suatu Pendekatan Budaya, Jawa Tengah: Proyek P2NB

Nasikun , Prof. Dr., at al., 2006, Pancasila sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan dan Pembangunan Bangsa, Yogyakarta: Pusat Studi Pancasila UGM

Salim, Arshal, GP, at al., 2000, Pendidikan Kewarganegaraan, Demokrsi, HAM dan Masyarakat Madani, Jakarta: IAIN Jakarta Press

Sargent, Lyman Tower, 1986, Ideologi Politik Kontemporer, Jakarta: PT BINA AKSARA

Sujana, I Nyoman Naya, 2004, Patologi Nasionalisme, Surabaya: UPT-Mata Kuliah Umum Universiats Airlangga

Sujana, I Nyoman Naya, 2004, Pembangunan Jatidiri Bangsa Indonesia, Surabaya: DHD 45 Jawa Timur

http://www.masbied.com/2010/06/04/identitas-nasional/

http://tomdjoke.blogspot.com/2010/03/identitas-nasional.html

http://www.google.co.id/search

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s