LITOSFER

Kata Pengantar

 

Assalamu’alaikum. Wr. Wb…

Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memberikan semua nikmat serta karunia-Nya, sehingga kita masih bisa merasakan nikmat-nikmat – Nya sampai saat sekarang ini.

Kedua kalinya marilah kita bershalawat dan bersalam keharibaan junjungan Alam Baginda Rasulallah saw yang telah menyatukan ummat islam dari ujung masyrik sampai ujung magrhib serta merubah peradaban dunia dari Zaman kekafiran menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dan juga sebagai salah seorang The Best Leader di Dunia sampai akhirat .yang sampai saat sekarang ini dan nanti menjadi panutan semua ummat manusia wabil khusus kita sebagai orang islam.

      Makalah ini kami susun untuk menunjang kegiatan perkuliahan dan menjadi bukti kesadaran kami sebagai seorang Mahasiswa untuk mengerjakan berbagai macam tugas yang telah ditanggungkan kepada kami.

Akhirnya, kami berharap Makalah ini dapat menjadi salah satu sarana belajar bagi semua Mahasiswa dan dapat berguna bagi kita semua. Namun makalah ini sangatlah jauh dari kata kesempurnaan oleh karena itu kami mengharapkan keritikan dan kontribusi yang membangun guna kemajuan kita bersama.

Sekian

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

 

Mataram, 1 November 2012

 

 

Daftar Isi

Halaman Judul ……………………………………………………………………………………….

Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………….

BAB  I        :    PENDAHULUAN …………………………………………………………………

BAB  II       :    PEMBAHASAN …………………………………………………………………..

  1. A.  Pengertian Litosfer ………………………………………………………..
  2. B.  Struktur Lapisan Litosfer …………………………………………………
  3. C.  Siklus Batuan ………………………………………………………………..
  4. D.  Klasifikasi Batuan ………………………………………………………….
  5. E.  Tenaga Geologi …………………………………………………………….

BAB III       :    PENUTUP ………………………………………………………………………….

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………
  2. Saran ……………………………………………………………………………

Glosarium ……………………………………………………………………………………………..

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………….

1

2

3

4

4

4

6

8

12

17

17

18

19

21

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

žcÎ) ãNä3­/u‘ ª!$# “Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur ’Îû Ïp­Gř 5Q$­ƒr& §NèO 3“uqtGó™$# ’n?tã ĸóyêø9$# ÓÅ´øóムŸ@ø‹©9$# u‘$pk¨]9$# ¼çmç7è=ôÜtƒ $ZWÏWym }§ôJ¤±9$#ur tyJs)ø9$#ur tPqàf‘Z9$#ur ¤Nºt¤‚|¡ãB ÿ¾Ín͐öDr’Î/ 3 Ÿwr& ã&s! ß,ù=sƒø:$# âöDF{$#ur 3 x8u‘$t6s? ª!$# >u‘ tûüÏHs>»yèø9$# ÇÎÍÈ

54.  Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas ‘Arsy[548]. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. AL-A’RAF ; 54)

 

[548]  bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

 

Makhluk hidup di planet bumi tinggal pada lapisan bumi yang keras dan

kaku yang disebut kulit bumi atau litosfir. Litosfir ini terletak paling atas atau

paling luar dari bagian bumi, sehingga sering disebut dengan kerak bumi

Meskipun kita tidak merasakan gerakan dari kerak bumi, tetapi kerak bumi

memiliki sifat dinamis. Litosfir bukan merupakan suatu lapisan yang kompak,

terutama kerak bumi, tetapi terpecah-pecah menjadi beberapa lempeng.

Tebal kulit bumi tidaklah merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan

lebih tebal dari bagian samudra. Litosfir merupakan lapisan yang tipis, jika Anda

bandingkan kulit bumi yang keras seolah-olah cangkang telur, sedangkan di

bawah litpsfir terdapat lapisan lapisan yang kental, panas dan tebal yang disebut

astenosfir seolah-olah putih telurnya. Paling bawah merupakan lapisan inti

sebagai kuning telurnya yang padat, karena tidak ada ruang gerak.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.  Pengertian Litosfer.

 

Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar yang terdiri dari batuan. Litosfer berasal dari bahasa Yunani, Lithos yang berarti berbatu, dan Spere yang berarti padat. Litosfer berasal dari kata Lithos artinya batuan, dan Spere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah “lapisan batu” (the stone sphere). Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1200 km. Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian). Menurut Klarke dan Washington, batuan atau litosfer di permukaan bumi ini hampir 75% terdiri dari silikon oksida dan aluminium oksida.

Terdapat dua tipe litosfer:

ü  Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar samdura.

ü  Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua.

 

  1. B.  Struktur Lapisan Litosfer.

 

       Di dalam litosfer terdapat lebih dari 2000 mineral dan hanya 20 mineral yang terdapat dalam batuan. Mineral pembentuk batuan yang penting, yaitu Kuarsa (Si02), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaC03), Dolomit (CaMgCOT3), Olivin (Mg, Fe), Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Magnetik (Fe3O2), dan Limonit (Fe3OH2O). Selain itu, litosfer juga terdiri atas dua bagian, yaitu lapisan Sial dan lapisan Sima. Lapisan Sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis-jenis batuan metamorf, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan Sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan, dan kembali lagi menjadi magma.

Kulit bumi yang keras dinamakan kerak bumi, terbagi atas lempeng benua

(Continental Crust) dan lempeng samudra (Oceanic Crust). Kedua lempeng ini

memiliki karakteristik berbeda. Bahan utama pembentuk kulit bumi adalah

magma. Magma merupakan batuan cair pijar yang bersuhu tinggi dan

mengandung berbagai unsur mineral dan gas. Litosfir tersusun oleh sekitar 90

jenis unsur kimia yang satu dengan lainnya membentuk persenyawaan yang

disebut Mineral.

Litosfir juga tersusun atas lapisan Sial dan lapisan Sima. Lapisan Sial

memiliki berat jenis lebih ringan dari lapisan Sima karena lapisan ini tersusun dari

silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Sedangkan

lapisan Sima tersusun dari silisium magnesium, senyawanya dalam bentuk SiO2

dan Mg O.

Selain litosfir, Planet Bumi juga tersusun dari lapisan lainnya. Adapun

struktur lapisan bumi sebagai berikut :

1) Litosfir (Lapisan batuan pembentuk kulit bumi atau crust)

Merupakan lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km

yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi.

2) Astenosfer (Lapisan selubung atau mantle)

Astenosfer yaitu lapisan yang terletak di bawah litosfir dengan ketebalan

sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar

3.000 0C, merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat

dan gas bersuhu tinggi.

3) Barisfer (Lapisan inti bumi atau core)

Barisfer, yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bagian bumi paling dalam

yang tersusun atas lapisan Nife (Niccolum atau nikel dan ferrrum atau besi).

Lapisan ini dapat pula dibedakan atas dua bagian yaitu inti luar dan inti

dalam.

a) Inti luar (Outer Core)

Inti luar adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan ini sekitar

2.200 km, tersusun dari materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental dan

panas berpijar bersuhu sekitar 3.900 0C.

b) Inti dalam (Inner Core)

Inti dalam adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan

sekitar 2.500 km, tersusun atas materi besi dan nikel pada suhu yang

sangat tinggi yakni sekitar 4.8000 C, akan tetapi tetap dalam keadaan

padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm3. Hal itu disebabkan adanya

tekanan yang sangat tinggi dari bagian-bagian bumi lainnya.

 

  1. C.    Siklus Batuan.

 

Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami perubahan wujud melalui

siklus (daur), karena magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan, dan

kembali lagi menjadi magma.

                              

Keterangan:

A : Magma

B1 : Batuan beku dalam

B2 : Batuan beku korok

B3 : Batuan beku luar

C1 : Batuan sedimen klastik

C2 : Batuan sedimen organik

C3 : Batuan sedimen termik

D1 : Batuan malihan dinamik

D2 : Batuan malihan termik

D3 : Batuan malihan

pneumatolitik

1 : pendinginan

2 : pengangkutan

3 : pelarutan

4 : organisma

5 : penambahan suhu dan

tekanan yang lama

6 : penelanan oleh magma.

Batuan sekitar magma itu dingin, sehingga mempengaruhi suhu magma.

Secara berangsur-angsur magma mengalami pembekuan. Pembekuan terjadi

mungkin di permukaan bumi atau di bawah permukaan bumi yang tidak begitu

dalam,,aupun dalam dapur magma bersama-sama dengan proses pembekuan

magma. Karena itu, batuan yang berasal dari magma akan berbeda-beda.

Karena pengaruh atmosfir, batuan beku di permukaan bumi akan

mengalami rusak, hancur, dan terbawa oleh aliran air, angin, gletser, hujan lebat,

sehingga batuan hancur dan diangkut serta diendapkan di tempat barum, sehingga

menjadi batuan endapan tertimbun di dataran rendah, sungai, danau atau di laut.

Batuan beku maupun batuan endapan mungkin akibat tenaga endogen,

mencapai suatu tempat yang berdekatan dengan magma, sehingga persinggungan

dengan magma, maka batuan sedimen maupun batuan beku berubah bentuk

menjadi batuan metamorf.

Akibat tenaga endogen, terutama tenaga tektoni, batuan metamorf

mengalami pengangkatan, sehingga batuan muncul ke permukaan bumi.

Selanjutnya, karena pengaruh tenaga eksogen, akan terjadi pelapukan,

pengangkután, dan sebagainya, sehingga berubah lagi menjadi batuan sedimen.

Dengan demikian, berdasarkan proses terjadinya, maka batuan dapat dibagi

menjadi tiga bagian, yaitu: batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan

(metamorf).

 

  1. D.   Klasifikasi Batuan.

 

        Batuan/batu adalah sejenis bahan yang terdiri dari mineral dan di kelaskan menurut komposisi mineral. Litosfer merupakan lapisan kerak bumi yang paling atas yang tersusun oleh batuan dan mineral. Induk segala batuan adalah magma. Magma adalah batuan cair dan pijar yang bersuhu tinggi dan mengandung berbagai unsur mineral dan gas.

Batuan diefinisikan sebagai semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu agregat (kumpulan) mineral-mineral yang telah menghablur.

Kandungan mineral, yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batuan ini.

Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu

Stuktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu

Proses pembentukan

Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian :

(1) Batuan Beku
Ini dikarenakan magma mengalami pendinginan dan zat cair pijar berangsur-angsur menjadi dingin dan beku :
(a) Batuan beku dalam (plutonik)
Hasil pembekuan magma di dalam litosfer, sehingga proses pendinginannya sangat lambat. Contoh batuan beku dalam adalah granit, diotit, dan gabbro
Menghasilkan : batuan beku dengan kristal penuh yang besar-besar (holokristalin).

(b) Batuan beku korok (porfirik)
Pembekuannya berlangsung lebih cepat karena magma telah meresap diantara lapisan-lapisan litosfer. Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan bumi.

(c) Batuan beku luar (episif)
Magma berubah menjadi larva yang meleleh, dan proses pembekuan larva di permukaan bumi menjadi cepat.
Menghasilkan : lelehan batuan beku dengan kristal yang halus bahkan ada yang tidak berkristal.

Untuk membedakan batuan beku dengan batuan lainnya terdapat 3 ciri utama sebagai berikut:

Tidak mengandung fosil

Teksturnya padat, mampat, sarta strukturnya homogen dengan bidang permukaan ke semua arah sama

Susunan sesuai dengan pembentukannya

Tekstur batuan beku dapat di kelompokan menjadi 3 jenis sebagai berikut

Faneritik, yaitu kondisi batuan dalam bentuk kristalin.

Forfiritik, yaitukondisi tekstur batuan yang mengandung fenikris (Kristal besar) yang terikat dalam massa dasar yang halus.

Afanitik, yaitu meninggalkan batuan dalam susunan Kristal butir halus atau seluruhnya berupa benda gas.

Berdasarkan teksturnya, batuan beku dibedakan menjadi 2 sebagai berikut

Batuan beku pluotonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relative lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contohnya seperti gabbro, diorit, dan granit

Batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contihnya adalah basalt, andesit, dan dacitea

(2) Batuan Sedimen (Endapan)
Berasal dari batuan beku yang telah tersingkap oleh tenaga dari luar akan diangkut ke tempat lain dan di tempat baru itulah lalu diendapkan. Batuan ini merupakan batuan yang terbetuk oleh proses geomorfologi dan dipengaruhi oleh lamanya waktu. Batuan sedimen berdasarkan proses pembentukannya dibedakan menjadi 3 sebagai berikut.

Sedimen klastik yang terbentuk oleh proses mekanik

Batuan sedimen klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material   yang mengalami proses transportasi

Sedimen non-klastik yang terbentuk karena proses kimiawi

Batuan sedimen kimia tersebut melalui proses presipitasi dari larutan.sedimen non-klastik dibedakan atas dasar komposisinya. Sedimen non-klastik yang utamannya adalah batu gamping atau dolomite. Batuan non-klastik sebagai hasil evaporit (menguap), antara lain batu garam, denhidrit, dan gypsum, sedang dari unsur organic adalah batu bara. Contoh batuan sedimen kimiawi (non-klastik) antara lain travertine, stalagmite, dan stalagtit.

Sedimen Organik

Batuan sedimen organic terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan sedimen terbentuk melalui tiga cara utama yaitu pelapukan batuan lain (clastic), pengendapan (deposition) karena aktifitas biogenic, dan pengendapan (precipitation) dari larutan.

Batuan sedimen memiliki 3 ciri yang mudah dikenal sebagai berikut.

a.       Batuan endapan biasanya berlapis-lapis

b.      Mengandung sisa-sisa jasad atau bekasnya

c.       Adanya keseragaman yang nyata dari bagian-bagian berbentuk bulat yang menyusunnya.

 

Penanaman batuan sedimentasi biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut. Penanaman tersebut seperti berikut.

Breksi

Konglomerat

Batu Pasir

Batu Lanau

Batu Lempung

Berdasarkan tenaga yang mengangkutnya, batuan sedimen dibagi menjadi beberapa bagian berikut

Batuan sedimen aeris atau Aeolis, bila pemindahan disebabkan oleh angin, contohnya tanah loss

Batuan sedimen glacial, bila pemindahan disebabkan oleh gletser, contohnya batu konglomerat

Batuan sedimen aquatic, bila pemindahan disebabkan oleh air, contohnya lumpur

Batuan sedimen marine, bila pemindahan disebabkan oleh air laut
(3) Batuan Metamorfosis atau batuan Metamorf

Batuan metamorphosis atau batuan metamorf merupakan batuan induk yang mengalami perubahan tekstur dan komposisi mineral pada fasa padat sebagai akibat perubahan kondisi fisika tekanan, temperature, atau tekanan dan temperature. Batu kuarsit merupakan perubahan dari batu pasir. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneiss, batu sabak, batu marmer, dan skist.

Batuan metamorf menyusun sebagian besar dari kerak bumi dan digolongkan berdasarkan tekstur dan dari susunan kimia, serta mineral (fasies metamorf). Mereka berbentuk jauh di bawah permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan di atasnya serta tekanan dan suhu tinggi.

 

  1. E.  Tenaga Geologi.

Merupakan tenaga pembentuk muka bumi yang dibedakan menjadi dua yaitu:

1)    Tenaga Endogen

Tenaga endogen, yaitu tenaga yang bertugas membentuk bentukan baru pada permukaan bumi menjadi lpatan dan patahan sehingga permukaan bumi tidak rata lagi. Tenaga endogen terbagi atas berikut.

a.      Tektonisme

Tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan bumi secara horizontal ataupun vertical. Gerak tektonisme dibagi menjadi 2 sebagai berikut.

1.      Gerak Epirogenesa

Gerak epirogenesa disebut dengan gerakan pembentuk benua. Gerak epirogenesa positif jika permukaan air laut mengalami kenaikan atau garis pantai berpindah ke arah darat. Gerak epirogenesa negative adalah jika permukaan air laut mengalami penurunan atau garis pantai berpindah kearah laut

Teori tentang pembentukan benua ada 2 macam sebagai berikut

a.      Teori Descrates dan Sues

Teori ini dikenal dengan teori konstraksi dimana bola bumi ketika menjadi dingin berkerut, akibatnya kulit bumi juga berkerut, itulah yang dikenal dengan pegunungan lipatan.

b.      Teori Wegener

Teori ini disebu dengan teori pergeseran atau apungan benua

c.       Teori Orogenesa

Gerak orogenesa disebut gerak pembentuk gunung, lipatan, dan patahan. Gerak orogenesa dapat juga menyebabkan terjadinya tanah runtuh atau terpisah satu dengan lainnya. Ada pula bagian-bagian yang justru tengelam atau mengalami penurunan disebut graben atau slenk.

  1. Vulkanisme

Tenaga tektonik dapat mengakibatkan gejala vulkanisme. Gejala vulkanisme berhubungan dengan aktifitas keluarnya magma di gunung api. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunung api. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan antar lempeng.

a.      Intrusi Magma

Intrusi magma dapat menghasilkan bentuk-bentuk sebagai berikut.

1.      Batholit, yaitu batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma

2.      Lakolit, yaitu batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya menyerupai lensa cembung

3.      Keeping instrusi atau silis, yaitu sisipan magma yang membeku pada dua lapisan litosfer yang bentuknya tipis dan lebar.

4.      Gang korok, yaitu batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan litosfer (kulit bumi)

b.      Ekstruksi Magma

Jika dalam aktifitas vulkanisme magma dapat mencapai permukaan bumi maka gejala ini disebut dengan ekstruksi magma, atau dengan kata lain ekstruksi magma adalah keluarnya magma ke permukaan bumi. Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung api (material vulkanis) dapa dikelompokan menjadi 3 golongan sebagai berikut.

1.      Bahan-bahan padat (efflata), yang terdiri atas bom (batu-batu besar), lapili (ukurannya sebesar kerikil), pasir, abu, debu.

2.      Bahan-bahan cair, bahan cair ini berupa lava, lahar panas, dan lahar dingin.

3.      Bahan-bahan gas (ekshalasi), gas-gas yang dikeluarkan gunung api dapat berupa gas belerang yang disebut sulfatar, berupa uap air disebut fumarol, dan jika yang dikeluarkan karbon dioksida disebut mofet.

Ekstrusi identik dengan erupsi atau letusan gunungapi yang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu erupsi efusif dan eksplosif.

(1) Erupsi efusif, yaitu erupsi berupa lelehan lava melalui retakan atau rekahan atau lubang kawah suatu gunungapi

(2) Erupsi eksplosif, yaitu erupsi berupa ledakan dengan mengeluarkan bahan-bahan padat (Eflata/Piroklastika) berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik bersamasama

dengan gas dan fluida.

Tanda-tanda gunung api akan meletus adalah suhu di sekitar kawah naik, banyak sumber air menjadi kering, sering timbul gempa gunung berapi, binatang banyak yang berpindah, dan sering terdengar suara gemuruh.

Pengaruh vulkanisme terhadap kehidupan manusia dapat menguntungkan dan dapat merugikan, pengaruh vulkanisme yang menguntungkan sebagai berikut.

Abu vulkanik yang dikeluarkan bersifat menyuburkan tanah pertanian di sekitarnya,

Gejala pasca vulkanik merupakan obyek wisata yang menarik.

Menghasilkan bahan-bahan galian dan menghasilkan bahan bangunan

Daerah gunung api yang tinggi merupakan daerah penangkap hujan, sehingga memungkinkan terjadinnya hujan alami yang berpengaruh baik terhadap ekosistem daerah tersebut.

Akibat yang merugikan dari peristiwa vulkanisme sebagai berikut.

Pada waktu terjadi letusan apalagi disertai lahar panas, awan panas, atau bahan-bahan padat dalam jumlah besar akan menyebabkan banyak korban.

Korban jiwa dapat terjadi akibat gas beracun yang dikeluarkan pada saat terjadi erupsi

Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung berapi kadang-kadang berhenti di daerah puncak dan di lereng-lereng sebagai lahar dingin. Hal tersebut akan merusak daerah yang dilaluinya.

2)    Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Berikut ini merupakan contoh tenaga eksogen.

a.      Erosi

Erosi adalah proses pengikisan yang berlangsung sangat lama. Proses erosi ini merupakan contoh tenaga eksogen.

1.      Erosi oleh air

Air dapat menyebabkan terjadinya proses erosi. Air yang dapat menyebabkan terjadinya erosi ini ialah air yang bergerak. Contoh proses erosi yang disebabkan oleh air ialah erosi yang terjadi di pinggir pantai atau lebih dikenal dengan abrasi.

2.      Erosi oleh angin

Angin terjadi karena perbedaan suhu dan tekanan di dua tempat, akibatnya akan terjadi hembusan udara dari daerah yang bersuhu dan bertekanan tinggi ke daerah yang bersuhu dan bertekanan rendah.

3.      Erosi oleh gletser

Erosi oleh gletser adalah erosi yang disebabkan oleh pergerakan salju atau es. Erosi ini terjadi di daerah yang bersuhu dingin tempat terdapatnya salju, misalnya di daerah kutub.

b.      Pelapukan

Pelapukan adalah proses perubahan struktur suatu benda yang tadinya padat dan keras menjadi lunak dan berongga. Penyebab terjadinya proses pelapukan ada tiga macam, yaitu fisika, kimia, dan biologi. Pelapukan karena factor fisika adalah pelapukan yang terjadi karena adanya tekanan fisik suatu benda pada benda yang mengalami pelapukan. Pelapukan yang disebabkan oleh factor kimia, yaitu pelapukan yang terjadi karena sifat suatu senyawa yang dapat melunakan struktur kimia suatu benda.

c.       Pengangkutan

Material yang sudah lapuk akan megalami pengangkutan oleh air mengalir, angin, es yang bergerak, dan gravitasi bumi.

1.      Pengangkutan oleh air mengalir, sangat bergantung kepada berat jenis atau besarnya butiran benda yang diangkut.

2.      Pengangkutan oleh angin. Angin memiliki daya angkut tidak sekuat air.

3.      Pengangkutan oleh gletser (es). Gletser mengangkut batuan berbutir besar dan kecil

4.      Pengangkutan karena gravitasi, misalnya terjadi pada tanah di daerah yang terjal.

d.      Pengendapan (Sedimentasi)

Material yang dibawa oleh air, angin, atau gletser pada akhirnya akan megendap di suatu tempat. Pengendapan dapat terjadi di muara sungai, lembah, lereng, pantai,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan.

 

Ÿwur (#r߉šøÿè? †Îû ÇÚö‘F{$# y‰÷èt/ $ygÅs»n=ô¹Î) çnqãã÷Š$#ur $]ùöqyz $·èyJsÛur 4 ¨bÎ) |MuH÷qu‘ «!$# Ò=ƒÌs% šÆÏiB tûüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÎÏÈ Ÿwur (#r߉šøÿè? †Îû ÇÚö‘F{$# y‰÷èt/ $ygÅs»n=ô¹Î) çnqãã÷Š$#ur $]ùöqyz $·èyJsÛur 4 ¨bÎ) |MuH÷qu‘ «!$# Ò=ƒÌs% šÆÏiB tûüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÎÏÈ

 

56.  Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (Tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS, AL-A’RAF ; 56)

Litosfir yaitu lapisan kerak bumi paling luar dan terdiri atas batuan dengan

ketebalan rata-rata 70 km. Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian

benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra. Litosfir juga tersusun atas

lapisan Sial dan lapisan Sima. Lapisan Sial memiliki berat jenis lebih ringan dari

lapisan Sima karena lapisan ini tersusun dari silisium dan alumunium,

senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Sedangkan lapisan Sima tersusun dari

silisium magnesium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Mg O.

Planet Bumi tersusun dari beberapa lapisan, yaitu litosfir, astenosfir, dan

barisfir. Bagian litosfir yang merupakan kulit bumi, terbagi atas lempeng benua Litosfir yaitu lapisan kerak bumi paling luar dan terdiri atas batuan dengan

ketebalan rata-rata 70 km. Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian

benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra. Litosfir juga tersusun atas

lapisan Sial dan lapisan Sima. Lapisan Sial memiliki berat jenis lebih ringan dari

lapisan Sima karena lapisan ini tersusun dari silisium dan alumunium,

senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Sedangkan lapisan Sima tersusun dari

silisium magnesium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Mg O.

Planet Bumi tersusun dari beberapa lapisan, yaitu litosfir, astenosfir, dan

barisfir. Bagian litosfir yang merupakan kulit bumi, terbagi atas lempeng benua (Continental Crust) dan lempeng samudra (Oceanic Crust). Kedua lempeng ini

memiliki karakteristik berbeda.

Litosfir dibentuk oleh berbagai jenis batuan utama, yaitu batuan beku,

batuan sedimen dan batuan metamorf. Batuan beku berdasarkan tempat

pembekuan magma, dapat dibedakan menjadi batuan beku, batuan beku kerak dan

batuan beku luar. Batuan sedimen/endapan terbentuk melalui proses pengendapan.

Batuan metamorf adalah batuan yang sudah mengalami perubahan wujud dan

susunan kimia akibat peningkatan suhu dan tekanan.

Litosfir merupakan lapisan bumi yang langsung berpengaruh terhadap

kehidupan di bumi, seperti tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman.

Manusia melakukan aktifitas di atas litosfir, selain itu didalamnya terdapat batuan

dan mineral yang sangat berharga untuk kesejahteraan manusia.

  1. Saran.

 

Saran yang ingin penulis sampaikan melalui penulisan makalah ini tidak lain agar bermanfaat bagi kaum msulimin pada umumnya dan bagi penulis pribadi khususnya. Amin.

 

 

 

 

 

Glosarium

 

Astenosfir : lapisan bumi di bawah litosfir antara lain dicirikan oleh kecepatan rambat getaran gempa yang rendah dan merupakan lapisan yang lunak dengan bagian-bagian yang cair.

Atmosfir : Selubung udara di sebelah luar litosfir serta bagianbagiannya pada rongga, pori, dan celah di dalam litosfir.

Batolit : massa batuan beku dalam yang berukuran besar terjadi dari butiran hablur mineral yang kasar.

Biosfir : semua makhluk hidup serta bagian bumi tempat hunian makhluk hidup itu, yaitu bagian bawah atmosfir, bagian paling atas litosfir dan seluruh bagian hidrosfir.

Bom : batuan produk vulkanik berbutir besar, berasal dari magma yang terlompar ketika gunungapi meletus dan membeku di luar. Produk vulkanik lain berturut-turut makin kecil ialah lapili, pasir vulkanik, dan abu volkanik. Berbagai produk vulkanik itu dinamakan juga eflata atau piroklastik.

Continental drift : pergeseran horizontal benua-benua yang menyebabkan perubahan letak satu benua terhadap benua yang lain.

Continental shelf : bagian benua yang tergenang laut, merupakan dasar laut yang dalamnya kurang dari 200 meter dan reliefnya hampir datar berbatasan dengan slope.

Diatrema : pipa kepundan gunungapi. Ketika gunungapi masih aktif, diatrema merupakan tempat magma mengalir ke luar dan jika gunung telah tidak aktif lagi, diatrema merupakan batuan beku pengisi pipa tersebut.

Ekstrusi : proses peresapan magma melalui lapiaan litosfer sampai ke permukaan bumi.

Episentrum : titik di permukaan bumi tepat di ataa hiposentrum sebuah gempa tempat gelombang permukaan mulai dirambatkan.

Geyser : sumber air panas yang memancar berkala sebagai gejala pasca vulkanik. Gletser aliran es pada palung berbentuk U di daerah yang bersuhu kurang dari 0°C. Graben bagian yang turun di daerah tektonik patahan berdampingan dengan Horst.

Horst : bagian yang terangkat di daerah tektonik patahan bersebelahan dengan slenk atau Graben.

Intrusi : batuan beku yang terjadi karena peresapan magma ke dalam lapisan litosfer memotong atau menyisip di antara lapisan litosfer itu, di antaranya dikes, Bills (keeping intrusi), apofisis, dan lakolit.

Kaldera : kepundan gunungapi yang sangat luas, merupakan lembah yang relatif datar dikelilingi tepi kepundan yang curam. Terjadi karena ledakan vulkanik yang kuat diikuti robohan tepi kepundan ke dalam lubang kepundan.

Kerak bumi : bagian paling luar litosfer terdiri atas batuan dengan berat

jenis yang relatif kecil. Kerak benua umumnya terjadi dari batuan granit dan granodiorit (lebih asam), sedangkan kerak dasar samudra pada umumnya terjadi dari batuan basal (basa).

Lahar : aliran lumpur yang mengangkut material vulkanik dari lereng gunung api karena aliran air hujan (lahar hujan) atau aliran air danau kepundan bercampur magma.

Lapili : benda vulkanik berbentuk kerikil lebih besar dari pasir vulkanik dan abu vulkanik, tetapi lebih kecil dari bom.

Lava : magma yang telah sampai ke permukaan bumi.

Magma : batuan cair pijar yang terjadi dari berbagai mineral yang terdapat di dalam dapur magma dan akan menjadi batuan beku setelah mengalami pendinginan.

Meander : kelokan setengah lingkaran pada alur sungai yang terjadi karena erosi di bagian luar dan sedimentasi pada bagian dalam kelokan sungai. Dalam perkembangan selanjutnya dapat terbentuk meander cut off dan sungai mati (oxbow lake).

Mėlange : sedimen yang terjadi dari campuran berbagai batuan dan terdapat di suatu areal yang dapat dipetakan. Fragmenfragmen pembentuk melange itu bermacam-macam dalam susunan, ukuran besar maupun bentuknya serta tempat fragmen itu terbentuk.

Orogenesa : pembentukan pegunungan.

Pasca Vulkanik : peristiwa vulkanisme setelah aktivitas gunungapi berhenti, meliputi sumber termal, sumber air mineral, geiser, sumber gas (fumarol, mofet, dan solfatar).

Lempeng Tektonik: teori tentang kedudukan, pergerakan, interaksi dan perusakan lempeng-lempeng; menerangkan kegiatan gempa, kegunungapian, pembentukan pegunungan dan peristiwa gunung api pada masa lalu dalam hubungannya dengan pergerakan lempeng.

 

 

Daftar Pustaka

 

 

Asep Soedjoko, 1977. Geologi Umum 1, Surabaya: University Press IKIP

Surabaya.

Totok Gunawan dkk, 2004, Geografi SMA, Ganexa Exact.

http://gudangmakalah.blogspot.com/2009/02/makalah-litosfer.html

http://ringkasanmapel.blogspot.com/2011/11/bab-3-litosfer.html

http://gudangmakalah.blogspot.com/2009/02/makalah-litosfer.html

https://rajabulgufron.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s